Home » » KEMAROUK BOY/GIRLBAND INDONESIA

KEMAROUK BOY/GIRLBAND INDONESIA

Written By studio 9 on Senin, 12 Desember 2011 | 10.11

Lupakan saja bassis, gitaris, keyboardis, drummer, karena industri musik di Indonesia sedang kemarouk (latah,mentel, balau, dkk) BOYBAND/GIRLBAND yang notabene semua personilnya menjabat sebagai vokalis.
 

Ini cuma sebentuk keresahanku tentang BOYBAND/GIRLBAND, Anda tak perlu larut dengan perasaan yang kutitipkan dalam tulisan singkat ini. Setelah membacanya, Anda boleh menyatakan saya sebagai apa saja yang Anda mau.

Suatu waktu, saya terhenyak saat sebuah BOYBAND dengan serta-merta melejit namanya di belantika musik Tanah Air. Keruan saja, ANAKBAND yang selama ini mondar-mandir di MEDIA nyaris hilang peredarannya dikarenakan kehadiran BOYBAND tersebut. Agaknya BOYBAND (enggan saya sebut namanya, saya belum suka) yang beranggotakan 5 orang ini memprakarsai bangkitnya era Koors dalam musik Indonesia. Setelahnya, bermunculan 'jamur-jamur musim hujan' dengan nama yang agaknya dipaksakan supaya punya nilai jual (ternyata sebagian gagal, MOTADO_MOdalTAmpangDOang). Jadilah belantika musik Tanah Air ini membuat saya resah dan gelisah du du du...

 Dari artinya, BOYBAND adalah sejenis kelompok musik pop atau R&B yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Biasanya anggota boy band selain menyanyi juga menari dalam pertunjukan mereka. Mereka biasanya dibentuk oleh seorang manajer atau produser rekaman dengan cara mengadakan audisi, di mana para peserta diuji penampilannya, kemampuan menyanyinya, dan kemampuan berdansanya. Mereka biasanya tidak memainkan alat musik sendiri, (wikipedia). Begitu pula dengan GIRLBAND.

Saya (mungkin juga Anda) tak tahu suara yang paling menarik dari anggota band (mana ALATBAND-nya wak?) karena hampir semuanya nyanyi sama-sama! Kayak TUJUHBELASAN, UPACARA BENDERA, dan sebagainya yang dipimpin oleh seorang dirijen, ya AUBADE gitulah. Aduh, kalau sudah begini, ketertarikan saya pada musik Tanah Air ini menjadi sedikit terusik oleh kehadiran mereka. Saya nyaris tak bisa menikmati tangan-tangan terampil memainkan gitar, bass, keyboard, drum dan lain-lain. Yang saya lihat kini adalah suara-suara bersama (koor) sambil menari. Tampang-tampang yang dibikin imut, ganteng, manis, cantik, percuma saja kalau beraninya nyanyi beramai-ramai. Kenapa tak ikutan PANJAT PINANG saja, gotong-royong menaiki puncak demi hadiah yang digantung oleh panitia. Siapa tahu, mungkin, saya terkesima menyaksikan kegantengan dan kemanisan mereka saat belepotan oleh gumuk (minyak yang dilumuri di POHONPINANG). Saya yakin, Anda yang sependapat dengan saya akan menyetujuinya. Maka kita akan serta-merta bersorak-sorai, yel-yel kemenangan yang mereka persembahkan untuk sebuah kebanggaan.

Tapi sudahlah. BOY/GIRLBAND sudah menjadi virus mematikan saat ini, setidaknya setiap hari akan ada histeris dari penggemar mereka, bahkan ada pula yang rela pergi jauh-jauh dari rumahnya dengan berjalan kaki demi bintang pujaannya lantas pingsan di tengah jalan (imajinasi saya saja, jangan digubris orang balau seperti saya, ya).

Bangun tidur, tidur lagi. BOY/GIRLBAND lagi, lagi-lagi BOY/GIRLBAND.

SIALAN!

(Banda Aceh, Desember 2011)
Bagikan Artikel :

Posting Komentar